Senin, 09 Agustus 2010

The world's worst airports




Sumber :
http://edition.cnn.com/2009/TRAVEL/01/12/worst.airports/index.html#cnnSTCVideo
14 Januari 2009

Profil Bandara Udara Internasional Hasanuddin



Bandar Udara Hasanuddin pada tahun 1935 dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan nama Lapangan Terbang Kadieng, yang terletak sekitar 22 kilometer disebelah utara kota Makassar dengan konstruksi lapangan terbang rumput. Lapangan terbang dengan landasan rumput yang berukuran 1,600 m x 45 m (Runway 08-26) diresmikan pada tanggal 27 September 1937, ditandai dengan adanya penerbangan komersial yang menghubungkan Surabaya - Makassar dengan Pesawat jenis Douglas D2/F6 oleh perusahaan KNILM (Koningklijke Netherland Indische Luchtvaan Maatschappij).

Pada tahun 1942 oleh pemerintah pendudukan Jepang, landasan tersebut ditingkatkan dengan konstruksi beton berukuran 1,600 m x 45 m yang sekarang menjadi Lapangan Terbang ini diubah namanya menjadi Lapangan Terbang MANDAI. Tahun 1945 pemerintah SEKUTU (Hindia Belanda) membangun landasan baru dengan konstruksi onderlaag (Runway 13-31)berukuran 1745 m x 45 m ,yang mengerahkan 4000 orang ex tentara Romusha.

Pada tahun 1950 diserahkan kepada Pemerintah Indonesia yang dikelola oleh Jawatan Pekerjaan Umum Seksi Lapangan Terbang dan selanjutnya tahun 1955 dialihkan kepada Jawaban Penerbangan Sipil, sekarang Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yang kemudian memperpanjang landasan pacu 2.345 m x 45 m sekaligus mengubah lapangan terbang menjadi pelabuhan Udara Mandai. Tahun 1980, landasan 13-31 diperpanjang menjadi 2.500 m x 45 m dan pada tahun ini nama Pelabuhan Udara Mandai diubah menjadi Pelabuhan Udara Hasanuddin, kemudian pada tahun 1981 dinyatakan sebagai Bandar Udara Embarkasi/Debarkasi Haji dan pada tahun 1985 Pelabuhan Udara Hasanuddin berubah nama menjadi Bandar Udara Hasanuddin.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 / 1987 tanggal 9 Januari 1987 disusul tanggal 3 Maret 1987 Bandar Udara Hasanuddin diserahterimakan pengelolaannya dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara kepada Perum Angkasa Pura I yang kemudian pada tanggal 1 Januari 1993 berubah status menjadi PT (Persero) Angkasa Pura I.

Pada tanggal 30 Oktober 1994, Bandar Udara Hasanuddin dinyatakan sebagai Bandar Udara Internasional sesuai dengan keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 61/1994 tanggal 7 Januari 1995 dan diresmikan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Propinsi Sulawesi Selatan. Pada tanggal 28 Maret 1995 yang ditandai dengan penerbangan Perdana oleh Malaysian Airlines System (MAS) langsung dari Kuala Lumpur ke Bandar Udara Hasanuddin Makassar, disusul kemudian dengan penerbangan Silk Air yang menghubungkan Changi Singapore dengan Bandar Udara Hasanuddin, hal ini tidaklah berarti bahwa pada tanggal 28 Maret 1995 Bandar Udara Hasanuddin pertama kali melayani penerbangan Internasional, akan tetapi sejak tahun 1990 Bandar Udara Hasanuddin digunakan sebagai Bandar Udara Embarkasi / Debarkasi Haji langsung dari Makassar ke Jeddah vv.

Selain ini Bandar Udara Hasanuddin jauh sebelumnya melayani penerbangan lintas Internasional diwilayah Yuridiksi pengawasan/pengendalian Kawasan Timur Indonesia Makassar UCA ( Upper Control Area ) yang mencakup wilayah udara melalui sebagian Kalimantan bagian barat hingga perbatasan negara Papua New Guinea disebelah timur, dan dari perbatasan wilayah Udara Australia disebelah selatan hingga perbatasan wilayah Udara Philipina dan Oakland (Amerika Serikat) disebelah utara

Bandar Udara Hasanuddin juga merupakan pintu gerbang udara diKawasan Timur Indonesia dan Propinsi Sulawesi Selatan khususnya, dimana Bandar Udara ini telah memberikan corak tersendiri sebagai Bandar Udara Transit yang diarahkan turut mendukung dan mengembangkan pariwisata, mobilisasi arus penumpang serta berpartisipasi dalam perdagangan dan industri.

View Larger Map

Visi Bandar Udara;

Menjadi ATS Center dan Transit Airport yang dapat diandalkan.Visi dapat dioperasionalkan sebagai berikut;

ATS Centre yang sejajar dengan Australia dan Singapura

Pelayanan Bandara Transit terbaik di Indonesia


Misi Bandar Udara;

Peningkatan kualitas pelayanan melalui peningkatan kualitas peralatan dan kemampuan Sumber Daya Manusia


Tugas Pokok Bandar Udara;

Menyelenggarakan manajemen dan Fungsi secara Profesional dan Komersial dengan mencapai sasaran - sasaran Perusahaan yang telah ditetapkan untuk dapat mencapai Tujuan Perusahaan baik Jangka Pendek maupun Jangka Panjang.


Sumber :
http://www.hasanuddin-airport.com/index.php?option=com_content&task=view&id=33&Itemid=74


Sumber Gambar:
http://media.vivanews.com/images/2009/09/01/76023_bandara_hasanuddin_makassar.jpg
http://matanews.com/wp-content/uploads/makassar.JPG

Juanda International Airport



Bandara Juanda Surabaya,berada sekitar 20 kilometer selatan surabaya menuju sidoarjo yang secara administratif berada di wilayah kecamatan kedati,Kab.sidoarjo.Suarabaya yang penduduknya sekitar 2,6 jta orang adalah ibukota propinsi jawa timur dan merupakan kota terbesar kedua setelah jakarta.

Dengan klarifikasi bandara kelas 1,bandara juanda sanggup didarati pesawat boeing 747 dengan landasan mencapai 3000 M,peran bandara juanda akan semakin penting dengan meningkatnya peranan surabaya berkaitan dengan peningkatan kegiatan ekonomi.oleh karena itu pengembangan bandara juanda sangat diperlukan guna untuk dapat memberikan jasa pelayanan sesuai dengan tututan masa kini.
View Larger Map

Sejarah singkat Bandara Juanda.

Bandara udara juanda di bangun sejak tahun 1959 dan diresmikan penggunanya oleh Presiden Pertama Republik Indonesia pada tanggal 12 Agustus 1964 dengan sebutan pangkalan udara TNI-AL ( Lanundal Juanda ).pada awalnya dipergunakan untuk keperluan militer,namun sejalan dengan perkembangan jaman dan meningkatnya kebutuhan maka bandara ini berkembang pula untuk penerbangan sipil.

perkembangan penerbangan sipil yang semakin meningkat menyebabkan meningkatnya kesibukan TNI-AL.Tahun 1981 penerbangan sipil di lanudal juanda di alihkan pengelolaanya dari Dephamkam Kepada Dephub,dengan pengolahan bandara juanda diserahkan pada Direktorat Perhubungan Udara sampai tahun 1984.

Sejak tanggal 1 januari 1985 pengolahan bandara diserahkan kepada Perum Angkasa Pura.Tahun 1986 Perum Angkasa Pura berubah menjadi Perum Angkasa Pura I.

Dibawah pengolahan Pt.Angkasa Pura I bandara juanda telah melakukan perubahan -perubahan dan mengalami perkembangan di antaranya, tanggal 26 juli 1985 ditetapkan sebagai bandara Ekspor/Impor.pada tanggal 12 desember 1987 di buka pelayanan penerbangan internasional seperti singapura,Hongkong,Taipe dan Manila dengan Transit bandara soekarno-Hatta.

Setahun berikutnya pada tanggal 1 Oktober 1988 dilayani kedatangan Internasional Khusus custum.Pada tahun 1988 bandara juanda dinyatakan sebagai pintu masuk bebas visa bagi wisata asing.pada tanggal 26 mei 1990 dilakukan peresmian VIP Room oleh bapak Sudharmono,SH. 24 desember 1990 Menteri Perhubungan Ir.Aswar Anas meresmikan terminal Internasional oleh sekaligus pembukaan penerbangan Internasional perdana.pada bulan desember 1991 Singapura Airlines dan China Sounthern Air membuka jalur pernerbangan ke singapura dan Canto( China ).

Terminal Bandara Juanda.

Secara keseluruhan terminal bandara juanda mencapai 28.088 m2 dengan kapasitas total 5,4 juta penumpang/tahun.bandara juanda memiliki 3 terminal yaitu terminal domestik, Internasional dan terminal Cargo.

1.Untuk terminal domestik terminal seluas 20.131 M2. Ini dapat melayani hingga 4 juta penumpang/tahun.
2.Untuk terminal Internasional, yang berkapasitas 1,4 juta penumpang/tahun,mencakup bangunan seluas 7.957 M2.
3.Untuk terminal Cargo terletak di sebelah barat banda dengan luas 9.200 M2.

Selain Terminal-terminal di atas,bandara juanda juga memliki terminal VIP yang terletak di sebelah timur terminal Internasional.Terminal ini Khusus di gunakan Untuk kedatangan maupun keberangkatan Tamu Khusus atau Tamu bandara.

Rute Tujuan Penerbangan.

Dengan waktu operasi dari jam 06.00-24.00 WIB.Bandara Juanda melayani 19 maskapai domestik maupun internasional.

Penerbangan domestik yang melayani Rute Juanda antara lain...

1.Garuda Indonesia.
2.Lion Air.
3.Mandala.
4.Bouraq.
5.Merpati.
6.Batavia Air.
7.Star Air.
8.Pelita Air.
9.CitiLink.
10.Adam Air.
11.AirFast.
12.Bali Air.
13.Trigana Air.
14.Jatayu Air.
15 X-press Celebes.

Untuk maskapai yang melayani rute Internasional diantaranya...

1.Garuda Indonesia.
2.Malaysia Air.
3.Bouraq.
4.Merpati.
5.Lion Air.
6.Royal Brunei.
7.Singapore Air.
8.Eva Air.
9Chatay Pasific.

Fasilitas Bandara Juanda.

Sebagaimana layaknya bandara Internasional.bandara juanda di lengkapi dengan fasilitas layanan yang cukup lengkap bagi para penumpang domestik maupun internasional.antara lain lahan parkir,Transportasi,Jasa Keimigrasian,Bank,Cafetaria,Money Changer,ATM dan Counter Hotel dan wisata.


Sumber :

http://hanif-pesawat.blogspot.com/2008/04/bandara-juanda-pintu-gerbang-utama.html


Sekilas Sejarah Juanda International Airport

Bandar Udara Juanda semula dibangun sebagai pangkalan udara TNI Angkatan Laut. Namun dalam perkembangannya juga melayani jalur penerbangan sipil. Sejalan dengan pertumbuhan penerbangan sipil, maka pengelolaan Bandar Udara Juanda dialihkan dari Departemen Hankam ke Departemen Perhubungan dan kemudian diserahkan kembali ke Perum Angkasa Pura I.

1964 - 07 Februari
Diresmikan sebagai Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut

1981 - 07 Desember
Pengelolaan penerbangan sipil diserahkan dari Departemen Hankam ke Departemen Perhubungan.

1985 - 01 Januari
Pengelolaan Bandara Juanda diserahkan ke Perum Angkasa Pura I.

1987 - 12 Desember
Dibuka penerbangan internasional ke Singapore, Hongkong, Taipei dan Manila via Jakarta.

1990 - 24 Desember
Penerbangan Internasional langsung. Peresmian Terminal Penumpang Internasional.

2006-1 s/d 15 Nopember
Rencana pemindahan dan pengoperasian terminal baru di sisi utara landasan pacu.

2006-15 Nopember
Awal pengoperasian Terminal baru sisi utara landasan pacu yang diresmikan langsung oleh Bapak Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Bandar Udara Juanda berada dibawah manajemen PT. (Persero) Angkasa Pura I, yaitu BUMN yang ditugasi pemerintah untuk mengelola jasa kebandarudaraan di wilayah Tengah dan Timur Indonesia. Dengan mengutamakan keselamatan penerbangan dan pelayanan prima, bandar udara ini terus berkembang menjadi pintu gerbang ke pusat pertumbuhan wilayah Tengah dan Timur Indonesia.


Visi Kami :

Menjadi perusahaan kebandarudaraan yang dapat diandalkan di Asia Pasifik.


Misi Kami :

Menyelenggarakan jasa pelayanan kebandarudaraan yang prima.
Menunjang kegiatan perekonomian wilayah.
Komitmen terus tumbuh dan berkembang dengan membangun profesionalisme dan peduli terhadap lingkungan sekitar.


Nilai - nilai perusahaan :

Pemberdayaan diri.
Kebersamaan.
Watak komersial dan peduli budaya setempat.
Kesempurnaan kerja.
Teknologi Informasi.


Sumber :

http://www.juanda-airport.com/index.php?pilih=hal&id=4



Bandara Udara Di Indonesia

Internasional

Sumatera

BTJ - Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh
MES - Bandar Udara Polonia, Medan
BTH - Bandar Udara Hang Nadim, Batam
TNJ - Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang
PKU - Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru
PDG - Bandar Udara Minangkabau, Padang
PLM - Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang
BKS - Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu
TKG - Bandar Udara Radin Inten II, Bandar Lampung


Jawa

CGK - Bandar Udara Soekarno-Hatta, Banten. Singkatan CGK merujuk kepada Cengkareng
HLP - Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta
SUB - Bandar Udara Juanda, Surabaya
SOC - Bandar Udara Adisumarmo, Solo
JOG - Bandar Udara Adi Sucipto, Yogyakarta
SRG - Bandar Udara Achmad Yani, Semarang
BDO - Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung


Bali dan Nusa Tenggara

DPS - Bandar Udara Ngurah Rai, Denpasar
AMI - Bandar Udara Selaparang, Mataram
KOE - Bandar Udara El Tari, Kupang


Kalimantan

BPN - Bandar Udara Sepinggan, Balikpapan
PNK - Bandar Udara Supadio, Pontianak
TRK - Bandar Udara Juwata, Tarakan


Sulawesi

UPG - Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar
MDC - Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado


Maluku

AMQ - Bandar Udara Pattimura, Ambon


Papua

DJJ - Bandar Udara Sentani, Jayapura
BIK - Bandar Udara Frans Kaisiepo, Biak
TIM - Bandar Udara Mozes Kilangin, Tembagapura
MKQ - Bandar Udara Mopah, Merauke

Ket: Bandar udara internasional memiliki 2 jenis penerbangan, yaitu penerbangan internasional dan penerbangan domestik.


Domestik

Sumatera

SBG - Bandar Udara Maimun Saleh, Sabang
LSX - Bandar Udara Lhok Sukon, Aceh Utara
LSW - Bandar Udara Malikus Saleh, Lhokseumawe
MEQ - Bandar Udara Cut Nyak Dhien, Nagan Raya
TPK - Bandar Udara Teuku Cut Ali, Tapaktuan
SKL - Bandar Udara Syekh Hamzah Fansyuri, Singkil
SNB - Bandar Udara Lasikin, Sinabang
SIW - Bandar Udara Sibisa, Toba Samosir
SQT - Bandar Udara Silangit, Siborong-borong
SIX - Bandar Udara Dr. Ferdinand Lumban Tobing, Sibolga
AEG - Bandar Udara Aek Godang, Padang Sidempuan
GNS - Bandar Udara Binaka, Gunung Sitoli
LSE - Bandar Udara Lasondre, Pulau-pulau Batu
DUM - Bandar Udara Pinang Kampai, Dumai
SEQ - Bandar Udara Sungai Pakning, Bengkalis
PPR - Bandar Udara Pasir Pengaraian, Pasir Pengaraian
SIQ - Bandar Udara Dabo, Singkep
RGT - Bandar Udara Japura, Rengat
TJB - Bandar Udara Sei Bati, Karimun
NTX - Bandar Udara Ranai, Natuna
MWK - Bandar Udara Matak, Pal Matak
RKO - Bandar Udara Rokot, Sipura
DJB - Bandar Udara Sultan Thaha Syarifuddin, Jambi
KRC - Bandar Udara Depati Parbo, Kerinci
BKS - Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu
MPC - Bandar Udara Mukomuko, Mukomuko
PGK - Bandar Udara Depati Amir, Pangkalpinang
TJQ - Bandar Udara H. A. S. Hanandjoeddin , Tanjung Pandan
LLG - Bandar Udara Silampari, Lubuklinggau
PDO - Bandar Udara Pendopo, Empat Lawang


Jawa

PCB - Bandar Udara Pondok Cabe, Pamulang
PPJ - Bandar Udara Pulau Panjang, Kepulauan Seribu
TSY - Bandar Udara Cibeureum, Tasikmalaya
CBN - Bandar Udara Cakrabhuwana, Cirebon
CXP - Bandar Udara Tunggul Wulung, Cilacap
PWL - Bandar Udara Wirasaba, Purbalingga
KWB - Bandar Udara Dewa Daru, Karimunjawa
CPF - Bandar Udara Ngloram, Cepu
MLG - Bandar Udara Abdul Rachman Saleh, Malang
SUP - Bandar Udara Trunojoyo, Sumenep
MSI - Bandar Udara Masalembo, Masalembo


Bali dan Nusa Tenggara

SWQ - Bandar Udara Brangbiji, Sumbawa Besar
LYK - Bandar Udara Lunyuk, Sumbawa
BMU - Bandar Udara Muhammad Salahuddin, Bima
KOE - Bandar Udara El Tari, Kupang
LBJ - Bandar Udara Komodo, Manggarai Barat
RTG - Bandar Udara Frans Sales Lega, Ruteng
TMC - Bandar Udara Tambolaka, Waikabubak
WGP - Bandar Udara Mau Hau, Waingapu
BJW - Bandar Udara Soa, Bajawa
ENE - Bandar Udara H Hasan Aroeboesman, Ende
MOF - Bandar Udara Wai Oti, Maumere
LKA - Bandar Udara Gewayantana, Larantuka
LWE - Bandar Udara Wonopito, Lewoleba
ARD - Bandar Udara Mali, Alor
RTI - Bandar Udara Lekunik, Rote
SAU - Bandar Udara Tardamu, Pulau Sawu
ABU - Bandar Udara Haliwen, Atambua


Kalimantan

KTG - Bandar Udara Rahadi Oesman, Ketapang
SQG - Bandar Udara Susilo, Sintang
NPO - Bandar Udara Nanga Pinoh, Nanga Pinoh
PSU - Bandar Udara Pangsuma, Putussibau
PKY - Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya
PKN - Bandar Udara Iskandar, Pangkalan Bun
TBM - Bandar Udara Tumbang Samba, Katingan
SMQ - Bandar Udara H. Asan, Sampit
MTW - Bandar Udara Beringin, Muara Teweh
BDJ - Bandar Udara Syamsuddin Noor, Banjarmasin
TJG - Bandar Udara Warukin, Tanjung
BTW - Bandar Udara Bersujud, Batulicin
KBU - Bandar Udara Stagen, Kotabaru
SRI - Bandar Udara Temindung, Samarinda
NNX - Bandar Udara Nunukan, Nunukan
LBW - Bandar Udara Yuvai Semaring, Krayan
BYQ - Bandar Udara Bunyu, Pulau Bunyu
MLN - Bandar Udara R.A. Bessing, Malinau
LPU - Bandar Udara Long Ampung, Kayan Selatan
TJS - Bandar Udara Tanjung Harapan, Tanjung Selor
NAF - Bandar Udara Banaina, Bulungan
BEJ - Bandar Udara Kalimarau, Tanjung Redeb
SGQ - Bandar Udara Sangkimah, Sangatta
BXT - Bandar Udara Bontang, Bontang
TSX - Bandar Udara Tanjung Santan, Marang Kayu
KOD - Bandar Udara Kotabangun, Kutai Kartanegara
SZH - Bandar Udara Senipah, Kutai Kartanegara
MLK - Bandar Udara Melalan, Melak
DTD - Bandar Udara Datah Dawai, Kutai Barat
TNB - Bandar Udara Tanah Grogot, Tanah Grogot
??? - Bandar Udara Tanjung Bara, Sangatta


Sulawesi

MXB - Bandar Udara Andi Djemma, Masamba
BUW - Bandar Udara Betoambari, Bau-bau
GTO - Bandar Udara Jalaluddin, Gorontalo
SQR - Bandar Udara Inco Soroako Waws, Sorowako
PSJ - Bandar Udara Kasiguncu, Poso
TLI - Bandar Udara Lalos, Tolitoli
MJU - Bandar Udara Tampa Padang, Mamuju
MNA - Bandar Udara Melonguane, Melonguane
BJG - Bandar Udara Mopait, Bolaang Mongondow
PLW - Bandar Udara Mutiara, Palu
NAH - Bandar Udara Naha, Tahuna
UOL - Bandar Udara Pogugol, Buol
PUM - Bandar Udara Pomalaa, Pomalaa
TTR - Bandar Udara Pongtiku, Tana Toraja
RAQ - Bandar Udara Sugimanuru, Raha
LUW - Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir, Luwuk
KDI - Bandar Udara Haluoleo, Kendari
??? - Bandar Udara H. Aroeppala , Selayar
??? - Bandar Udara Matahora , Wangi-wangi
??? - Bandar Udara Maranggo , Pulau Tomia


Maluku

AHI - Bandar Udara Amahai, Masohi
NDA - Bandar Udara Bandaneira, Banda
DOB - Bandar Udara Dobo, Kepulauan Aru
LUV - Bandar Udara Dumatubun, Langgur
SQN - Bandar Udara Emalamo, Sanana
GLX - Bandar Udara Gamarmalamo, Galela
GEB - Bandar Udara Gebe, Gebe
KAZ - Bandar Udara Kuabang, Tobelo
MAL - Bandar Udara Mangole, Mangole
NAM - Bandar Udara Namlea, Namlea
NRE - Bandar Udara Namrole, Namrole
BJK - Bandar Udara Nangasuri, Benjina
LAH - Bandar Udara Oesman Sadik, Labuha
SXK - Bandar Udara Olilit, Saumlaki
OTI - Bandar Udara Pitu, Morotai
TTE - Bandar Udara Sultan Babullah, Ternate
TAX - Bandar Udara Taliabu, Taliabu
WHI - Bandar Udara Wahai, Pulau Seram
??? - Bandar Udara Buli, Maba


Papua

RSK - Bandar Udara Abresso, Manokwari
AGD - Bandar Udara Anggi, Anggi
AAS - Bandar Udara Apalapsili, Jayawijaya
ARJ - Bandar Udara Arso, Arso
AYW - Bandar Udara Ayawasi, Sorong
BXB - Bandar Udara Babo, Babo
BXD - Bandar Udara Bade, Merauke
BXM - Bandar Udara Batom, Pegunungan Bintang
NTI - Bandar Udara Bintuni, Bintuni
BUI - Bandar Udara Bokondini, Jayawijaya
DRH - Bandar Udara Dabra, Puncak Jaya
ELR - Bandar Udara Elilim, Jayawijaya
EWI - Bandar Udara Enarotali, Enarotali
EWE - Bandar Udara Ewer, Merauke
ILA - Bandar Udara Illaga, Paniai
IUL - Bandar Udara Ilu, Puncak Jaya
INX - Bandar Udara Inanwatan, Inanwatan
SOQ - Bandar Udara Jeffman, Sorong
FOO - Bandar Udara Yemburwo., Numfor Timur
KBX - Bandar Udara Kambuaya, Sorong Selatan
KCD - Bandar Udara Kamur, Asmat
KBF - Bandar Udara Karubaga, Jayawijaya
KEQ - Bandar Udara Kebar, Manokwari
LLN - Bandar Udara Kelila, Jayawijaya
KEI - Bandar Udara Kepi, Merauke
KMM - Bandar Udara Kimaan, Merauke
KOX - Bandar Udara Kokonao, Mimika
LHI - Bandar Udara Lereh, Jayapura
ZRM - Bandar Udara Mararena, Sarmi
RDE - Bandar Udara Merdey, Manokwari
MDP - Bandar Udara Mindiptana, Boven Digoel
ONI - Bandar Udara Moanamani, Dogiyai
LII - Bandar Udara Mulia, Puncak Jaya
MUF - Bandar Udara Muting, Merauke
NBX - Bandar Udara Nabire, Nabire
OBD - Bandar Udara Obano, Nabire
OKQ - Bandar Udara Okaba, Puncak Jaya
OKL - Bandar Udara Oksibil, Pegunungan Bintang
GAV - Bandar Udara Pulau Gag, Raja Ampat
MKW - Bandar Udara Rendani, Manokwari
SEH - Bandar Udara Senggeh, Keerom
ZEG - Bandar Udara Senggo, Mappi
NKD - Bandar Udara Sinak, Puncak Jaya
ZRI - Bandar Udara Sudjarwo Tjondronegoro, Serui
TMH - Bandar Udara Tanah Merah, Tanah Merah
TXM - Bandar Udara Teminabuan, Teminabuan
TMY - Bandar Udara Tiom, Jayawijaya
FKQ - Bandar Udara Torea, Fakfak
UBR - Bandar Udara Ubrub, Keerom
KNG - Bandar Udara Utarom, Kaimana
WET - Bandar Udara Waghete, Deiyai
WMX - Bandar Udara Wamena, Wamena
WAR - Bandar Udara Waris, Keerom
WSR - Bandar Udara Wasior, Wasior
RUF - Bandar Udara Yuruf, Jayawijaya
UGU - Bandar Udara Zugapa, Paniai
SOQ - Bandar Udara Domine Eduard Osok, Sorong


Pangkalan militer

PDG - Bandar Udara Tabing, Padang
PKU - Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru
AKQ - Bandar Udara Astraksetra, Way Tuba
??? - Bandar Udara Wiridinata, Tasikmalaya
??? - Bandar Udara Iswahyudi, Madiun
ATS - Bandar Udara Atang Sendjaja, Bogor
??? - Bandar Udara Suryadarma Kalijati, Subang
??? - Bandar Udara Sulaiman Margahayu, Bandung
SKI - Bandar Udara Sugiri Sukani Jatiwangi, Majalengka
GDA - Bandar Udara Gorda Cikande, Serang
MRT - Bandar Udara Pitu, Morotai - Halmahera Utara


Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_bandar_udara_di_Indonesia

Bandar Udara

Pelabuhan udara, bandar udara atau bandara merupakan sebuah fasilitas tempat pesawat terbang dapat lepas landas dan mendarat. Bandara yang paling sederhana minimal memiliki sebuah landas pacu namun bandara-bandara besar biasanya dilengkapi berbagai fasilitas lain, baik untuk operator layanan penerbangan maupun bagi penggunanya.

Menurut Annex 14 dari ICAO (International Civil Aviation Organization): Bandar udara adalah area tertentu di daratan atau perairan (termasuk bangunan, instalasi dan peralatan) yang diperuntukkan baik secara keseluruhan atau sebagian untuk kedatangan, keberangkatan dan pergerakan pesawat.

Sedangkan definisi bandar udara menurut PT (persero) Angkasa Pura adalah "lapangan udara, termasuk segala bangunan dan peralatan yang merupakan kelengkapan minimal untuk menjamin tersedianya fasilitas bagi angkutan udara untuk masyarakat".


Awal Mula

Pada masa awal penerbangan, bandara hanyalah sebuah tanah lapang berumput yang bisa didarati pesawat dari arah mana saja tergantung arah angin.

Di masa Perang Dunia I, bandara mulai dibangun permanen seiring meningkatnya penggunaan pesawat terbang dan landas pacu mulai terlihat seperti sekarang. Setelah perang, bandara mulai ditambahkan fasilitas komersial untuk melayani penumpang.

Sekarang, bandara bukan hanya tempat untuk naik dan turun pesawat. Dalam perkembangannya, berbagai fasilitas ditambahkan seperti toko-toko, restoran, pusat kebugaran, dan butik-butik merek ternama apalagi di bandara-bandara baru.

Kegunaan bandar udara selain sebagai terminal lalu lintas manusia / penumpang juga sebagai terminal lalu lintas barang. Untuk itu, di sejumlah bandara yg berstatus bandara internasional ditempatkan petugas bea dan cukai. Di indonesia bandara yang berstatus bandara internasional antara lain Polonia (Medan), Soekarno-Hatta (Cengkareng), Djuanda (Surabaya), Sepinggan (Balikpapan), Hasanudin (Makassar) dan masih banyak lagi.


Fasilitas Bandara

Fasilitas bandara yang terpenting adalah:

Sisi Udara (Air Side)

landas pacu yang mutlak diperlukan pesawat. Panjangnya landas pacu biasanya tergantung dari besarnya pesawat yang dilayani. Untuk bandara perintis yang melayani pesawat kecil, landasan cukup dari rumput ataupun tanah diperkeras (stabilisasi). Panjang landasan perintis umumnya 1.200 meter dengan lebar 15 meter, misal melayani Twin Otter, Cessna, dll. pesawat kecil berbaling-baling dua (umumnya cukup 600-800 meter saja). Sedangkan untuk bandara yang agak ramai dipakai konstruksi aspal, dengan panjang 1.800 meter dan lebar 20 meter. Pesawat yang dilayani adalah jenis turbo-prop atau jet kecil seperti Fokker-27, Tetuko 234, Fokker-28, dlsb. Pada bandara yang ramai, umumnya dengan konstruksi beton dengan panjang 3.600 meter dan lebar 30 meter. Pesawat yang dilayani adalah jet sedang seperti Fokker-100, DC-10, B-747, Hercules, dlsb. Bandara international terdapat lebih dari satu landasan untuk antisipasi ramainya lalu lintas.

Apron adalah tempat parkir pesawat yang dekat dengan bangunan terminal, sedangkan taxiway menghubungkan apron dan run-way. Konstruksi apron umumnya beton bertulang, karena memikul beban besar yang statis dari pesawat.

Untuk keamanan dan pengaturan, terdapat Air Traffic Controller, berupa menara khusus pemantau yang dilengkapi radio control dan radar.

Karena dalam bandara sering terjadi kecelakaan, maka diseduiakan unit penanggulangan kecelakaan (air rescue service) berupa peleton penolong dan pemadan kebakaran, mobil pemadam kebakaran, tabung pemadam kebakaran, ambulance, dll. peralatan penolong dan pemadam kebakaran.

Juga ada fuel service untuk mengisi bahan bakar avtur.


Sisi Darat (Land Side)

Terminal Bandara atau concourse adalah pusat urusan penumpang yang datang atau pergi. Di dalamnya terdapat counter check-in, (CIQ, Carantine - Inmigration - Custom) untuk bandara internasional, dan ruang tunggu serta berbagai fasilitas untuk kenyamanan penumpang. Di bandara besar, penumpang masuk ke pesawat melalui belalai. Di bandara kecil, penumpang naik ke pesawat melalui tangga yang bisa dipindah-pindah.

Curb, adalah tempat penumpang naik-turun dari kendaraan darat ke dalam bangunan terminal
Parkir kendaraan, untuk parkir para penumpang dan pengantar/penjemput, termasuk taksi


Penamaan dan kode

Setiap bandara memiliki kode IATA dan ICAO yang berbeda satu sama lain. Kode bisa diambil dari berbagai hal seperti nama bandara, daerah tempat bandara terletak, atau nama kota yang dilayani. Kode yang diambil dari nama bandara mungkin akan berbeda dengan namanya yang sekarang karena sebelumnya bandara tersebut memiliki nama yang berbeda.


Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Bandar_udara